Siapakah Pahlawannya?

Dalam sebuah hutan, hiduplah seekor Beruang yang baru saja dinobatkan sebagai raja hutan. Beruang yang masih sangat muda ini, mempunyai semangat yang menggelora untuk mengantarkan rakyat kepada kesejahteraan. Kegigihan dan keteguhannya dalam memperjuangkan nasib rakyat, ditambah dengan senyuman khas yang tersimpul dari kedua bibirnya, membuat rakyat semakin simpatik dan menghormatinya. Bangunan-bangunan indah dan kokoh berhasil ia dirikan, berbagai sarana dan fasilitas demi menunjang kreativitas rakyatnya, telah ia sediakan. Rakyat hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan.

Namun, ketika sang Raja mulai tua, Ia banyak berfikir tentang kesejahteraan dirinya. Ketika Ia berhasil mengetahuinya, sang Raja menjadi berubah. Ia tidak lagi menghiraukan rakyatnya, Ia menjadi congkak dan otoriter. Ia juga menggotong harta rakyat untuk kepentingan pribadinya. Rakyat terlilit hutang, rakyat hidup miskin, rakyat hidup dalam kecemasan dan ketakutan. Ketika salah satu diantara rakyatnya bertanya,
"Kenapa anda melakukan hal ini?"
Raja hanya menjawab, "Karena aku adalah BERUANG...!"

Kenyataan pahit ini, membuat rakyat gusar. Rakyat ingin berontak. Rakyat berfikir keras bagaimana agar beruang lengser dari jabatannya. Seketika itu segerombolan serangga dan semut berjanji dihadapan rakyat untuk melengserkan sang Raja dari kursi jabatannya.

Gerombolan serangga dan semut ini berunding dan mengatur strategi menyerang. Sengatan dan gigitan serangga dan semut membuat Raja dan bala tentaranya menjadi kewalahan. Beruang berhasil dilengserkan. Namun dari peristiwa tersebut, korban tak dapat terelakkan. Tiga ekor semut sakti (lebih akrab dipanggail semut TRISAKTI) tewas terinjak kaki sang Raja. Tak lama kemudian, satu lagi kawan semut trisakti juga meninggal dunia.

Setelah kejadian itu, Beruang menjadi sakit-sakitan hingga akhirnya ia meninggal dunia dalam keadaan yang menyedihkan.

Semenjak kepemimpinan beruang berakhir. Bergantianlah raja-raja baru, diantaranya adalah kambing bermata satu. Ia dinobatkan sebagai raja karena rakyat menilainya sebagai hewan yang aneh dan langkah. Meski demikian, pro dan kontra tetap tak bisa dihindari. Hingga akhirnya, kambing bermata satu ini meninggalkan singgasananya. Beberapa tahun kemudian kambing bermata satu juga menemui ajalnya.

Rakyat menjadi kebingungan, bukan tentang calon yang pantas bagi pengganti raja, tapi siapakah diantara dua raja itu (Beruang dan Kambing Bermata Satu) yang pantas mendapat gelar pahlawan?.

Perdebatan sengit bermunculan, masing-masing satwa menetapkan pilihannya dan bersikukuh mempertahankan pendapatnya. Namun, tidak ada satupun diantara mereka yang mau mengusulkan gelar pahlawan kepada Semut Trisakti.

Karena terlalu ricuh dan peliknya perdebatan itu, hingga terdengar sampai ke ABS (Alam Baka Satwa), beruang, semut Trisakti dan kambing bermata satu, menjadi gregetan.
Beruang : "Kenapa sih mereka sibuk banget berdebat, bukankah sudah jelas bahwa aku-lah pahlawannya? aku telah berjuang sangat lama memberikan kesejahteraan pada rakyat?".

Semut Trisakti : "Hai beruang..! kamu tidak pantas mendapat gelar pahlawan, karena kamu diktator, kamu juga telah membuat rakyat terlilit hutang, kamu lebih pantas diberi gelar koruptor nasional. Kamilah pahlawannya, tapi kenapa banyak satwa yang tidak memperdulikan kami?".

Mendengar hal ini, kambing bermata satu mencoba menawarkan jalan tengah.
Ia berkata : "Bukankah sebaiknya kita semua diberi gelar pahlawan?, gitu aja kok repot!".

Jawaban kambing bermata satu ini merubah suasana serius perdebatan, menjadi gelak tawa yang tak tertahankan. namun, perdebatan panjang tentang penyematan gelar pahlawan berakhir, baik di hutan maupun di ABS.


faiz azh-zaffa

1 komentar:

  1. BetMGM launches new online betting app in New Jersey
    BetMGM is a sports betting and gaming app that provides a 울산광역 출장안마 safe and trusted 세종특별자치 출장마사지 way to bet 사천 출장샵 with real money. You 구미 출장안마 can 안산 출장안마 place bets,

    BalasHapus