Melihat
mewahnya tasykuran yang diadakn pak RT, semua warga jadi enggan untuk
melewatkannya begitu saja. Namun warga yg hadir menjadi kecewa, karena pak
kyai yg diundang tak kunjung datang. Acaranya jd molor. Perut dan
kerongkongn warga sudah tak sabar menikmati hidangan yang telah tersaji.
Tak lama kemudian, pak kyai yang sudah ditunggu-tunggu, telah datang. Tiba-tiba ada salah satu warga yg nyeletuk lirih,
Tak lama kemudian, pak kyai yang sudah ditunggu-tunggu, telah datang. Tiba-tiba ada salah satu warga yg nyeletuk lirih,
"Wah...perutku udah keroncongan nich".
"he'em aku juga!" Sahut warga yg lain.
Pak kyai mendegar ucapan warga tersebut, tapi dia hanya diam dan langsung menuju ke kursi yg telah disiapkn untuknya. Setelah
pembawa acara mempersilahkan pak kyai memberikan tausiyah, pak
kyai langsung berdiri, dia lantas mengucapkan salam, lalu berkata;
"Kuluu
wasyrobuu wala tusrifu innallaha la yuhibbul musrifiin (makan &
minumlah kalian tp jangan berlebihan, sesungguhx Allah tdk menyukai
orang2 yg berlebihan)".
Setelah menyampaikn hal itu, pak kyai langsung mengucapkn salam lalu turun dari mimbar.
Warga
sangat senang karena ceramah yg disampaikan pak kyai amat singkat.
Sehingga mereka bisa bersegera menyantap hidangan-hidangan lezat yg telah
disiapkan.
Dalam hitungan menit semua hidangan telah habis. Pak kyai kembali dipanggil pembawa acara untuk
menyampaikan doa. Pak kyai kembali berdiri diatas mimbar, kemudian dia
mengucapkn doa; "alhamdulillah hilladzi ad'amana wa saqona waj'alana
minal muslimin" (doa stlh makan). setelah itu dia mengucapkan salam dan
langsung turun dari mimbar. Lagi-lagi warga menjadi senang, karena tidak hanya ceramah pak yai yang singkat, tetapi doa beliau juga singkat. Dengan begitu para undangan bisa langsung menerima bingkisan yang telah dinanti-nantikannya.
Setelah para tamu telah pergi, Pak RT meminta pak yai untuk mendoakan anak yang telah dihitan. pak Yai pun menyanggupinya.
faiz azh-zaffa
Setelah para tamu telah pergi, Pak RT meminta pak yai untuk mendoakan anak yang telah dihitan. pak Yai pun menyanggupinya.
faiz azh-zaffa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar