Ceramah Sesuai Kebutuhan

Anak pertama pak RT baru saja dikhitan. sesuai tradisi, pak RT mengadakan tasyakuran. Tasyakuran yg diadakannya tergolong mewah dengan aneka macam makanan yg lezat dan mimuman yg segar, ditambah lg dengan bingkisan spesial yang telah disiapkan untuk para tamu. Tamu yang diundang hanyalah warga sekitar dan satu kyai untuk memberikan tausiyah religi.

Melihat mewahnya tasykuran yang diadakn pak RT, semua warga jadi enggan untuk melewatkannya begitu saja. Namun warga yg hadir menjadi kecewa, karena pak kyai yg diundang tak kunjung datang. Acaranya jd molor. Perut dan kerongkongn warga sudah tak sabar menikmati hidangan yang telah tersaji.

Tak lama kemudian, pak kyai yang sudah ditunggu-tunggu, telah datang. Tiba-tiba ada salah satu warga yg nyeletuk lirih,
"Wah...perutku udah keroncongan nich".
"he'em aku juga!" Sahut warga yg lain.
Pak kyai mendegar ucapan warga tersebut, tapi dia hanya diam dan langsung menuju ke kursi yg telah disiapkn untuknya. Setelah pembawa acara mempersilahkan pak kyai memberikan tausiyah, pak kyai langsung berdiri, dia lantas mengucapkan salam, lalu berkata;
"Kuluu wasyrobuu wala tusrifu innallaha la yuhibbul musrifiin (makan & minumlah kalian tp jangan berlebihan, sesungguhx Allah tdk menyukai orang2 yg berlebihan)".
Setelah menyampaikn hal itu, pak kyai langsung mengucapkn salam lalu turun dari mimbar.
Warga sangat senang karena ceramah yg disampaikan pak kyai amat singkat. Sehingga mereka bisa bersegera menyantap hidangan-hidangan lezat yg telah disiapkan.

Dalam hitungan menit semua hidangan telah habis. Pak kyai kembali dipanggil pembawa acara untuk menyampaikan doa. Pak kyai kembali berdiri diatas mimbar, kemudian dia mengucapkn doa; "alhamdulillah hilladzi ad'amana wa saqona waj'alana minal muslimin" (doa stlh makan). setelah itu dia mengucapkan salam dan langsung turun dari mimbar. Lagi-lagi warga menjadi senang, karena tidak hanya ceramah pak yai yang singkat, tetapi doa beliau juga singkat. Dengan begitu para undangan bisa langsung menerima bingkisan yang telah dinanti-nantikannya.

Setelah para tamu telah pergi, Pak RT meminta pak yai untuk mendoakan anak yang telah dihitan. pak Yai pun menyanggupinya.

faiz azh-zaffa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar