Setiap orang mempunyai dasar dan alasan sendiri ketika
menilai kecantikan wanita. Seringkali penilaian mereka bersifat
temporer dan sangat subyektif. Hari ini ia mengatakan si A cantik, tapi di lain hari ia
justru menganggapnya buruk, jelek bahkan menjijikkan, dan begitu pula
sebaliknya. Oleh karena itu, kecantikan wanita bersifat relatif.
Sudut pandang yang
berbeda memvisualisasi obyek pandangan menjadi berbeda pula. Waktu, ruang,
situasi, kondisi, pengetahuan dan pengalaman menjadi bahan yang tidak bisa dipisahkan dalam proses penilaian tersebut. Tidak hanya itu, peran industri kecantikan berupa perusahaan-perusahaan kosmetik, busana, asesoris, industri-industri yang menjual produk-produk perawatan tubuh, ditambah dengan dukungan media massa, telah menyandera kecantikan wanita dan turut menciptakan realtivitas kecantikan ditengah-tengah zaman modern.
Suatu hari, saya menyaksikan pertunjukkan sirkus di televisi. Aneka
jenis binatang berusaha menunjukkan pesonanya. Dari busana, gaya
berdiri, gaya berjalan, tersenyum, dan tepuk tangan. Mereka juga saling
menunjukkan kepiawaian dan keahlian masing-masing. Berbagai gaya dan
aksi binatang sirkus tersebut mampu memikat penonton sampai tersenyum,
tertawa, bertepuk tangan, menjerit, kagum, bahkan ada yang mengabadikannya lewat kamera dan video. Selesai pertunjukkan ada
diantara mereka yang menyempatkan foto bareng dengan binatang tersebut.
Pertunjukkan sirkus selalu mampu menyedot ribuan penonton, mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek. Biasanya, Setiap pertunjukkan semua kursi selalu penuh, berdesak-desakan. Sebuah pertunjukkan yang bersifat menghibur, memang jarang dilewatkan oleh manusia.
Pertunjukkan sirkus selalu mampu menyedot ribuan penonton, mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek. Biasanya, Setiap pertunjukkan semua kursi selalu penuh, berdesak-desakan. Sebuah pertunjukkan yang bersifat menghibur, memang jarang dilewatkan oleh manusia.
"menurut kalian, cantikkah binatang-binatang sirkus itu?"
Di kalangan manusia, kerap kita temui berbagai pertunjukkan yang mirip
dengan pertunjukkan sirkus tersebut. Bahkan pesertanya datang dari
berbagi belahan dunia. Mereka juga berusaha memikat khalayak dengan gaya
busana, gaya bicara, gaya berdiri, berjalan, tersenyum, tertawa, hingga
unjuk keahlian dan keterampilan. salah satu contohnya adalah kontes kecantikan tahunan miss uneverse, dalam kontes ini Mereka berusaha memikat juri dan penonton dengan 3 aspek
penilaian yaitu brain (kecerdasan), beauty (kecantikan) dan behavior (tingkah
laku). bahkan di ajang miss unuverse ini, semua kontestan diharuskan mengenakan bikini dihadapan para juri dan penonton.
Ya, menurut saya, ajang Miss Universe tidak begitu berbeda dengan pertunjukkan sirkus binatang. Bedanya, hanya versi manusia dan binatang, itu saja!.
Ya, menurut saya, ajang Miss Universe tidak begitu berbeda dengan pertunjukkan sirkus binatang. Bedanya, hanya versi manusia dan binatang, itu saja!.
Kita juga mengenal beberapa nama pemenang kontes kecantikan tahunan ini, antara lain;
Armi Kusela (1952)
Christiane Martel (1953)
Miriam Stevenson (1954)
Hillevi Rombin (1955)
Carol Muriss (1956)
Gladys Zender (1957)
Rus Maliana Zuluaga (1958)
Stefania Fernandes Krupij (2009)
Jimmena Navarrete (2010).
Ajang Miss Universe hanyalah ruang kecil yang
sudah sangat terkenal untuk menunjukkan dan menilai kecantikan wanita.
Di tengah-tengah kita, banyak sekali wanita yang selalu berusaha
menunjukkan kecantikannya, di mall-mall, di kantor, di kampus, di
sekolah, bahkan sampai di jalan raya. Mereka juga begitu peduli dengan
penilaian orang-orang disekitarnya. Jika ada yang menganggapnya kurang
cantik, dan kurang seksi, tak segan-segan mereka mengeluarkan biaya
masuk ke salon, ke butik, atau tempat-tempat kecantikan bahkan mereka rela mengoperasi seluruh bagian tubuhnya demi mencapa nilai tinggi dalam kecantikan.
Ya..tidakkah kita capek, dengan
kecantikan?, tidakkah kita capek menjadi pemain sirkus kecantikan?.
Milyaran rupiah telah kita keluarkan hanya untuk mengumpulkan nilai dari
sang penilai yang (bisa jadi) ngawur?, padahal sang Penilai obyektif
justru melihat hati, iman dan ketaqwaan kita. Kesana-lah harusnya
kecantikan sejati, kita persembahkan. Selama kita selalu berusaha tampil
cantik dihadapan Allah, maka insya Allah, Dia akan menjadikan kita
tampak cantik dihadapan manusia. Sebuah anugrah kecantikan yang tidak
mudah memudar.
faiz azh-zaffa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar