Sirkus Kecantikan

Setiap orang mempunyai dasar dan alasan sendiri ketika menilai kecantikan wanita. Seringkali penilaian mereka bersifat temporer dan sangat subyektif. Hari ini ia mengatakan si A cantik, tapi di lain hari ia justru menganggapnya buruk, jelek bahkan menjijikkan, dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, kecantikan wanita bersifat relatif.

Sudut pandang yang berbeda memvisualisasi obyek pandangan menjadi berbeda pula. Waktu, ruang, situasi, kondisi, pengetahuan dan pengalaman menjadi bahan yang tidak bisa dipisahkan dalam proses penilaian tersebut. Tidak hanya itu, peran industri kecantikan berupa perusahaan-perusahaan kosmetik, busana, asesoris, industri-industri yang menjual produk-produk perawatan tubuh, ditambah dengan dukungan media massa, telah menyandera kecantikan wanita dan turut menciptakan realtivitas kecantikan ditengah-tengah zaman modern.

Ceramah Sesuai Kebutuhan

Anak pertama pak RT baru saja dikhitan. sesuai tradisi, pak RT mengadakan tasyakuran. Tasyakuran yg diadakannya tergolong mewah dengan aneka macam makanan yg lezat dan mimuman yg segar, ditambah lg dengan bingkisan spesial yang telah disiapkan untuk para tamu. Tamu yang diundang hanyalah warga sekitar dan satu kyai untuk memberikan tausiyah religi.

Melihat mewahnya tasykuran yang diadakn pak RT, semua warga jadi enggan untuk melewatkannya begitu saja. Namun warga yg hadir menjadi kecewa, karena pak kyai yg diundang tak kunjung datang. Acaranya jd molor. Perut dan kerongkongn warga sudah tak sabar menikmati hidangan yang telah tersaji.

Menghindari Bakhil

Bakhil kali pertama bersarang pada anak nabi Adam as yang bernama Qobil. Saat itu nabi Adam memerintahkan kedua putranya Qobil dan Habil bersedekah. Habil menyedekahkan hasil ternaknya yang terbaik, sedangkan Qobil justru sebaliknya, ia dengan sengaja menyedekahkan hasil pertaniannya yang terjelek. Tentu saja, Allah hanya mau menerima sedekah Habil, bukan Qobil. Hati qobil menjadi galau, iri dan dengki,  ia pun akhirnya membunuh saudara kandungnya tersebut.

Bakhil bukanlah akhlak tercela yang sepele. Sebaliknya, bakhil mempunyai efek negatif yang begitu besar  bagi kondisi kejiwaan, perekonomian, kesehatan dan daya berpikir penderitanya. Para penderita bakhil cenderung tidak bahagia, termarginalisasi dari realitas kehidupan sosial, menghilangkan keberkahan harta benda, dan menurunkan daya berfikir. Qobil memiliki kondisi kejiwaan yang buruk, ia begitu cemas, takut dan tidak percaya diri. Qobil tidak disukai Iqlimah dan saudara-saudara kandungnya yang lain. Qobil juga begitu bodoh ketika berinisiatif membunuh Habil.

Menikah itu Selalu Indah!

Menikah adalah pintu gerbang memasuki  “dunia baru”. Yaitu dunia pertarungan antara keyakinan dan fakta, antara  imajinasi dan realitas dengan dilandasi kesucian cinta sepasang kekasih. Kesucian cinta adalah satu-satunya jalan penghubung antara dunia baru tersebut dengan keindahan surgawi. Kesucian cinta ini juga yang menyulut api cemburu para bidadari surga.

Kesucian cinta sangat memahami bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna. Semua orang pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.  kesucian cinta tidak akan memaksa kekasihnya menjadi seperti Khodijah atau Aisyah, sebelum ia bisa seperti Muhammad. Begitu pula sebaliknya, seorang isteri tidak akan memaksa suaminya menjadi seperti Muhammad, sebelum beragam hikmah dari kesucian cinta Khodijah atau Aisyah terpatri dalam dirinya.


Siapakah Pahlawannya?

Dalam sebuah hutan, hiduplah seekor Beruang yang baru saja dinobatkan sebagai raja hutan. Beruang yang masih sangat muda ini, mempunyai semangat yang menggelora untuk mengantarkan rakyat kepada kesejahteraan. Kegigihan dan keteguhannya dalam memperjuangkan nasib rakyat, ditambah dengan senyuman khas yang tersimpul dari kedua bibirnya, membuat rakyat semakin simpatik dan menghormatinya. Bangunan-bangunan indah dan kokoh berhasil ia dirikan, berbagai sarana dan fasilitas demi menunjang kreativitas rakyatnya, telah ia sediakan. Rakyat hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan.

Namun, ketika sang Raja mulai tua, Ia banyak berfikir tentang kesejahteraan dirinya. Ketika Ia berhasil mengetahuinya, sang Raja menjadi berubah. Ia tidak lagi menghiraukan rakyatnya, Ia menjadi congkak dan otoriter. Ia juga menggotong harta rakyat untuk kepentingan pribadinya. Rakyat terlilit hutang, rakyat hidup miskin, rakyat hidup dalam kecemasan dan ketakutan. Ketika salah satu diantara rakyatnya bertanya,
"Kenapa anda melakukan hal ini?"
Raja hanya menjawab, "Karena aku adalah BERUANG...!"