"Bagaimananakah gajah itu?"
Ada tiga kelompok yang siap menjawab pertanyaan itu; yang pertama adalah kelompok orang-orang buta,kelompok orang-orang yang melihat tapi hanya dari sudut tertentu, dan yang ketigaadalah kelompok orang-orang yang melihat dari berbagai sudut.
Ternyata, jawabannya tidaklah sama. Perbedaan pendapat itu tidak hanya terjadi antar kelompok tapi juga antar individu dalam satu kelompok. Namun, mereka mampu menarik satu benang merah bahwa gajah adalah binatang yang berbadan besar, berhidung panjang dan bertelinga lebar. Kesimpulan ini lantas mereka yakini sebagai satu “kebenaran” (tentang gajah).
Semua orang ingin mengetahui kebenaran. Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi kehidupan seluruhnya. Kebenaran diyakini sebagai sebuah kekuatan yang dapat memancarkan kebahagiaan. Kebenaran dan kebahagiaan ibarat dua gambar dalam satu keping uang logam. Tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Melekat, menjadi satu bagian yang berarti dan berharga.
Ada tiga kelompok yang siap menjawab pertanyaan itu; yang pertama adalah kelompok orang-orang buta,kelompok orang-orang yang melihat tapi hanya dari sudut tertentu, dan yang ketigaadalah kelompok orang-orang yang melihat dari berbagai sudut.
Ternyata, jawabannya tidaklah sama. Perbedaan pendapat itu tidak hanya terjadi antar kelompok tapi juga antar individu dalam satu kelompok. Namun, mereka mampu menarik satu benang merah bahwa gajah adalah binatang yang berbadan besar, berhidung panjang dan bertelinga lebar. Kesimpulan ini lantas mereka yakini sebagai satu “kebenaran” (tentang gajah).
Semua orang ingin mengetahui kebenaran. Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi kehidupan seluruhnya. Kebenaran diyakini sebagai sebuah kekuatan yang dapat memancarkan kebahagiaan. Kebenaran dan kebahagiaan ibarat dua gambar dalam satu keping uang logam. Tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Melekat, menjadi satu bagian yang berarti dan berharga.